Pages

Subscribe:

Minggu, 06 September 2015

3 Hari 3 Malam.



                Malam Jumat yang lalu aku memutuskan untuk mengunjungi Odik di kost barunya. Yah alasan utama sih minta game Dota2 hahaha. Selepas magrib aku langsung menghubunginya memberitahuakn kalo aku sudah diperjalanan ke kostnya. Dengan indikator bensin motorku yang sudah sampai di bar merah, aku melaju perlahan sambil mencari pom bensin. Saat itu pom bensin terdekan yaitu di jalan Palangteritis tutup sehingga aku memcau motor sampai pom bensin yang berada didekat UGM (saya lupa namanya). Dua puluh ribu rupiah saja tangki bahan bakar Rockie (Nama sepeda motor Vario Techno versi awal milikku) sudah hampir penuh. Sesampainya di lokasi yang sudah di beritahukan Odik aku menunggunya untuk memanggilku. Ternyata sangat jauh aku menunggunya dari kostnya, kelolosan.
                Sesampainya di kost dengan gerbang dan cat tembok warna Oranye, Halaman yang begitu luas, dengan para penghuni kost yang sedang ramai mengadakan acara bakar-bakar pada saat itu. Aku dan odik langsung masuk kek kost barunya yang 2 kali besar kamar kos ku. Atau mungkin 2,5x besar kamar kos ku, dengan kamar mandi dalam. Wiiih luas ya? Yup! Menurutku kos Odik yang ini jauh lebih nyaman dari yang sebelumnya.
                Setelah sedikit berbincang bincangaku langsung menyodorkan hardisk baruku yang sudah dimakan koleksi filmku setengah nya ke Odik. Odik langsung mengcopy master Dota2 miliknya padasaat itu. Dan malam itu pun berakhir dengan aku menginap disana.
                Selama di kos Odik aku membantunya untukmembuat poster hasil penelitian miliknya yang nanti akan dia presentasikan pada acara Nasional. Ya penelitian miliknya yang mengangkat tentang Islam Wetu Telu di Lombok berhasil tembus Nasional, yang nantinya pada bulan oktober dia berangkan untuk presentasi bersama para anggota kelompoknya.
                Aku juga sudah menonton sekitar 3 film selama di kos Odik. Kemudian aku diawarkan membaca novel oleh si Odik. “Negri Van Oranje” yang sampai saat ini masihaku baca. Dibandingakan dengan Menonton film yang sudah tak terhitung berapa film yang sudah aku lahap. Novel yang pernah aku baca mungkin bisa dihitung jari. Namun dalam diriku ini sebenernya selalu ingin membaca, namun rasa malas lah yang selalu menjadi juaranya. Hehehe. Yah setidaknya aku akan coba terus membaca sampai ketagihan. Aku juga sebenarnya ingin menulis sebuah novel, ya semoga suatu saat nanti aku punya novel atau buku apalah. Ya memang membaca novel dengan menonton film berbeda sensasinya. Dengan ini aku akan mencoba untuk menyelaraskan hobiku menonton film dan membaca novel.
                Aku pulang menuju kost sekita pukul lima kurang pada hari minggunya. Entah kenapa sesampainya diost aku langsung merasakan kesepian. Aku tiba-tiba seperti merasa sedih dengan kesendirian ku. Ya terkadang itu yang aku rasakan selama dikost ku sendiri. Aku merasa kesepian. Mungkin aku tahu alasannya, mungkin juga tidak? Mungkin aku tahu solusinya, mungkin juga tidak? Pikirinaku sedikit rumit kan? Entahlah...

Rabu, 02 September 2015

perasaan apa ini?

                Kmarin hari pertama aku menghabiskan waktu di kost. Entah perasaan apa yang aku rasakan. Gelisah? Entahlah... Saat-saat aku sendiri di kost kemarin membuatku ingat akan rumah, aku seperti ingin terus dirumah... Hmmm perasaan itu terus ada sampai saat aku menulis ini.  Apa karena aku terlalu lama berada dirumah ? Jujur Baru sehari saja, aku sudah merindukan penghuni rumah.
                Seharian kmarin aku menghabiskan 3 film, lumayan untuk mengalihkan apa yang sedang aku rasakan saat itu. Namun setiap aku tidak melakukan apa-apa, akulangsung teringat akan rumah. Ada sedikit perasaan sedih meninggalkan rumah saat ini.
                Biasanya selama dirumah setiap pagi aku menggendong keponakan ku untuk berjemur. Saat ini umurnya hampir satu bulan. Setelah itu aku mulai membantu Mamah untuk mulai menyiapkan santap siang. Ya dengan diriringi cerewetnya mamah tentunya hehehe. Setelah pekerjaan selesai aku biasanya menonton tv ataupun film di lantai dua rumahku. Disore hari biasanya aku dan adikku pergi bermain basket.
                Sekitar jam setengah empat subuh aku membangunkan adikku untuk berpamitan. Dia marah karena harus dibangunkan pada saat seperti ini katanya. Lalu aku kemudian beramitan. Terlihat dia sedih saat aku berpamitan dengannya. Lalu papah mengajak dia untuk ikut menemaniku ke bandara. Namun dia menolaknya. Dansaat akan berangkat rasa sedihku aku dapat tahan saat berpamitan dengan mamah.
 Sesampainya di jogja aku kembali teringat kalo aku belum bisa berfoto berdua dengan Mamah Atau pun papah. Semoga mereka berdua diberikan panjang umur oleh Allah swt. Sehingga nantinya aku bisa membuat mereka bahagia dan bangga melihat anak laki-laki pertamnya ini.
Maaf Mah.... pah.... Fian belum bisa membanggakan kalian berdua.
               

Selasa, 01 September 2015

Mulai lagi...

6.30 pagi, aku baru saja sampai kembali ke kota tempat ku merantau untuk menuntut ilmu. Yogyakarta pagi hari ini terlihat cukup berawan. Keramaian di pagi hari sungguh jelas terlihat. Yah! Hari ini aku kembali lagi kesini, setelah liburan panjang yang hampir menghabskan waktu dua bulan. 
Sekitar 30 menit perjalan ke kos. Sesampainya di kos aku mulai membongkar semua isi dari barang bawaan ku. Yang paling penting adalah lauk pauk yang menjadi bekal untuk beberapa hari kedepan di perantauan hahaha. Oh iya, beberapa menit dalam kos membuat ku ingin menulis lagi. Ya, terlintas di pikiran ku untuk kembali menulis blog. Entahlah, yang aku pikirkan dengan menulis ini aku bisa berubah menjadi lebih baik. Mungkin dengan aku kembali menulis, aku bisa melihat perubahan diriku. Perubahan? Iya perubahan, aku ingin berubah menjadi orang yang lebih baik. Setiap merenung dan memikirkan diri ku ini, aku selalu bertanya pada diriku sendiri. Banyak pertanyaan yang aku buat untuk diri sendiri, namun belum terjawab. Apakah aku orang baik?
Apakah aku orang yang baik? Sesungguhnya aku mungkin adalah salah satu orang munfaik didunia ini. Aku orang yang tak tau malu. Orang yang tak pandai bersyukur. Orang yang tak tau terimakasih. Sesungguhnya aku orang munafik. Egois munafik yang tak mau bersukur. Yang kehilangan arah. Yang sudah kalah melawan setan dan hawa nafsu. Aku lah orang itu.
Pesan untuk diriku sendiri. Mulailah berubah. Mulailah lagi. Jadilah orang baik yang sebenarnya. Jangan berpura-pura baik. Bahagiakanlah orang-orang yang membahagiakan mu. Bahagiakanlah Allah yang selalu kau sakiti.
Ya Allah, Maafkan lah diriku ini. Bantu aku menjadi orang yang lebih baik. Kuatkan hatiku. Jauhkan diriku dari segala godaan setan yang terkutuk.
Bismillahirrahmanirrahim.....